Karya Dedi Irwan
Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ketepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati………….
Syair lagu Bimbo penuh makna dan arti mengalun mendayu di sebuah toko
kaset seiring semburat merah menggantung di kaki langit . Awan kemuning
mengitari matahari menari-nari, berkejar-kejaran tidak mau kalah .
Burung-burung terbang pulang berirama membentuk likuk yang indah
berjamaah menyusuri angin. Siluet sinar matahari menerpa jalan membuat
gambar berpola indah . Maghrib pun segera tiba. Ku bergegas berjalan
pulang . Di persimpangan lampu merah Sudirman mata ku tertumbu oleh
sepasang mata kecil
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Dunia Lain
Cerpen Riki, S.S
”Apa yang kamu lakukan, Mas? Kau selalu menguping ke dinding tembok kamar dan berbicara sendiri,” teguran itu tiba-tiba datang dari arah pintu kamar.
”Sssut diam, ada suara di balik dinding tembok ini!” jawabnya dengan meletakan jari telunjuk tepat di depan bibirnya.
”Lagi-lagi suara, lagi-lagi suara. Tidak ada suara apa-apa di sana, kecuali suara serangga-serangga malam saja! Kau benar-benar sudah gila,” jelasnya dengan nada ketus.
Label:
agama islam,
cerpen,
Cerpen Islami
Pandang Hidup Dan Optimisme
Sahabat, cara pandang hidup akan mempengaruhi masa depan seseorang.
Karena cara pandang hidup inilah yang akan menjadi cara hidup. Dari cara
hidup, akan menentukan cara bersikap. Dan dengan sikap, orang akan
menemukan takdirnya. Tidak semua takdir telah tertulis, ada sebagian
takdir yang dalam genggaman orang itu sendiri. Selamat membaca carita motivasi di bawah ini
Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.
Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis, “Ooo… saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!” Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis.
Label:
agama islam,
artikel,
cerpen,
Ilmu agama,
Motivasi,
Tips
semut dan belalang
Pada siang hari di akhir musim gugur, satu keluarga semut yang telah
bekerja keras sepanjang musim panas untuk mengumpulkan makanan,
mengeringkan butiran-butiran gandum yang telah mereka kumpulkan selama
musim panas. Saat itu seekor belalang yang kelaparan, dengan sebuah
biola di tangannya datang dan memohon dengan sangat agar keluarga semut
itu memberikan sedikit makan untuk dirinya.
“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”
“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”
“Apa!” teriak sang Semut dengan terkejut, “tidakkah kamu telah mengumpulkan dan menyiapkan makanan untuk musim dingin yang akan datang ini? Selama ini apa saja yang kamu lakukan sepanjang musim panas?”
“Saya tidak mempunyai waktu untuk mengumpulkan makanan,” keluh sang Belalang; “Saya sangat sibuk membuat lagu, dan sebelum saya sadari, musim panas pun telah berlalu.”
Si Pelit
Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Susu Cokelat
Nama ku Rani aku tinggal di pedalaman Sumatera Selatan,
aku duduk di bangku kelas 3 SD. Setiap pagi harinya ibu ku
selalu membuatkan ku susu cokelat dan aku tak pernah lepas dari susu cokelat
bauatan ibuku.
Suatu ketika ibuku jatuh sakit dan tak ada satu pun orang yang mau
membuat kan ku susu cokelat…
Dan suatu ketika aku diam-diam menyelinap masuk kedapur.
Sebenanya ibu sudah berpesan kepada ku tak boleh membuat
susu cokelat tanpa seizin ibu. Aku memasak air dengan sangat
berhati-hati.
Dan akhirnya aku selesai membuat susu cokelat, tapi susu tersebut
tidak ku minum melainkan susu itu ku serahkan ke pada ibu. Ibu sangat bangga ke pada ku,
karna aku sudah bisa membuat susu cokelat sendiri
aku duduk di bangku kelas 3 SD. Setiap pagi harinya ibu ku
selalu membuatkan ku susu cokelat dan aku tak pernah lepas dari susu cokelat
bauatan ibuku.
Suatu ketika ibuku jatuh sakit dan tak ada satu pun orang yang mau
membuat kan ku susu cokelat…
Dan suatu ketika aku diam-diam menyelinap masuk kedapur.
Sebenanya ibu sudah berpesan kepada ku tak boleh membuat
susu cokelat tanpa seizin ibu. Aku memasak air dengan sangat
berhati-hati.
Dan akhirnya aku selesai membuat susu cokelat, tapi susu tersebut
tidak ku minum melainkan susu itu ku serahkan ke pada ibu. Ibu sangat bangga ke pada ku,
karna aku sudah bisa membuat susu cokelat sendiri
Langganan:
Postingan (Atom)
